Salah satu sekolah desain dan seni paling bergengsi di dunia, Royal College of Art di London, telah mengumumkan pengembangan yang signifikan dan rencana baru untuk mengintegrasikan sains dan teknologi lebih dalam ke dalam kurikulum mereka. Itu berarti bahwa mahasiswa mereka tidak akan hanya membuat sketsa dan membuat model namun juga akan membangun robot dan membuat kode algoritma ‘machine learning’.

Mereka mengumumkan dengan video yang dibuat oleh RCA alum Ridley Scott, yang memperlihatkan studio alumni terkenal lainnya, termasuk Tracey Emin, David Hockney, dan Thomas Heatherwick. Pemerintah Inggris juga ikut menyumbang $71 juta untuk mendanai rencana strategis ini.

RCA telah memiliki program rekayasa desain (design engineering) yang kuat, tetapi investasi baru ini mengirimkan pesan yang jelas bahwa desainer saat ini harus dilatih untuk mengatasi masalah interdisipliner yang lebih besar. Dunia ini terlalu kompleks dan saling berhubungan bagi para desainer yang tidak memiliki pengalaman dalam berbagai disiplin ilmu, mulai dari keterampilan tradisional berbasis kerajinan hingga sains dan teknologi yang saat ini menggerakkan sebagian besar kehidupan kita sehari-hari. RCA berencana untuk menambahkan program non-tradisional seperti Arsitektur Lingkungan (Environmental Architecture), program master selama setahun yang berfokus pada perkotaan dari perspektif keberlanjutan (sustainability), dan Digital Direction, program satu tahun lainnya yang dikonsentrasikan pada digital storytelling dalam ekonomi kreatif.

[Photo: courtesy Royal College of Art]

Untuk mendukung rencana-lima-tahun mereka, yang disebut GenerationRCA, kampus RCA akan membangun bangunan baru yang dirancang oleh firma arsitektur Swiss Herzog & de Meuron, yang terletak di seberang jalan dari bangunan yang ada di lingkungan Battersea London. Bangunan, yang akan berisi studio, workshop, laboratorium, dan fasilitas penelitian serta ruang tipe’hanger’ yang besar untuk acara-acara dan instalasi, dijadwalkan untuk dibuka pada musim gugur 2021. RCA juga mengumumkan bahwa mereka akan mendanai sumbangan untuk beasiswa yang akan diberikan selama beberapa dekade untuk mendanai pendidikan siswa sebanyak mungkin, diluar dari situasi keuangan mereka.

[Image: © Herzog & de Meuron/courtesy Royal College of Art]

“Peluncuran GenerationRCA ini menandai titik balik nyata dalam sejarah Royal College of Art selama 182 tahun,” kata wakil rektor Paul Thompson dalam sebuah pernyataan. “Didirikan sebagai tanggapan terhadap Revolusi Industri pertama, hari ini RCA berdiri sebagai garda depan era baru dalam seni dan desain, yang menjanjikan terobosan dalam robot, kendaraan otonom, nanoteknologi, dan kecerdasan buatan.”

Program interdisipliner semacam itu tidak sepenuhnya absen dari dunia akademik. Sekolah teknologi dan sains terkemuka seperti MIT dan Carnegie Mellon telah merangkul desain (dan sekarang jadi unggulan). Tetapi jarang melihat sekolah seni dan desain tradisional seperti RCA mengadopsi sains dan teknologi sebagai fokus utama. Apa pun alasannya, RCA cukup bijaksana untuk melakukan investasi tersebut, karena seperti yang kita ketahui bersama, teknologi itu masuk ke setiap elemen kehidupan, para seniman dan desainer yang mengintegrasikannya ke dalam pendidikan yang mereka dapatkan tidak diragukan lagi akan lebih diminati daripada mereka yang tidak mendapatkannya.

Diambil dan diterjemahkan dari artikel FastCompany.