Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence – AI), teman atau musuh? Apakah akan menggantikan atau menambah kemampuan manusia? Dalam beberapa bulan terakhir, saya telah banyak berpikir tentang bagaimana AI akan mempengaruhi masa depan kita sebagai individu, sebagai desainer dan masyarakat. Cara yang sangat sederhana untuk memeriksa apakah algoritma AI akan menggantikan desainer (atau profesi apa pun) adalah memahami sejauh mana pekerjaan itu dapat dengan mudah dikodifikasi atau direduksi menjadi seperangkat pola, langkah, atau model yang dapat diandalkan. Secara umum, jika pekerjaan Anda makin sering berulang dan membentuk pola tertentu, maka semakin tinggi kemungkinan pekerjaan Anda akan diganti dalam 10-15 tahun ke depan dengan robot atau, lebih mungkin, perangkat lunak AI.

Saya yakin sebagian besar profesi desain aman dari perpindahan pekerjaan yang terkomputerisasi selama beberapa dekade.

Sifat dasar dari desain adalah kreativitas terapan. Jadi jika kita mendefinisikan kreativitas sebagai kemampuan untuk menciptakan ide atau artefak yang baru dan berharga, maka saya pikir sebagian besar akan setuju bahwa kemampuan ini pada dasarnya sulit dikodifikasikan. Selain itu, manusia menentukan nilai dalam berbagai cara yang berbeda antar individu, budaya, dan masyarakat. Akibatnya, banyak argumen tentang kreativitas yang berakar pada ketidaksepakatan tentang nilai. Ketika Anda menambahkan bahwa keterampilan desain umum empati (persepsi sosial), kebutuhan untuk keterampilan dalam hal persuasi dan negosiasi (kolaborasi interdisipliner) dan keterampilan subyektif untuk dapat menciptakan keinginan dan keindahan maka saya yakin sebagian besar profesi desain akan aman dari perpindahan pekerjaan yang terkomputerisasi selama beberapa dekade. Selain itu, pekerjaan desain yang menggunakan semua keterampilan di atas cenderung tumbuh sebagai proporsi pekerjaan desain secara keseluruhan.

Sementara manusia masih akan sangat bertanggung jawab atas pemilihan secara kreatif, alat-alat itu akan secara besar-besaran memperkuat kemampuan seorang desainer untuk bereksperimen, mengeksplorasi dan memperbaiki, dengan ketepatan yang sangat tinggi.

Komponen yang baru untuk kreativitas, terutama di bidang visual adalah sesuatu yang belum dapat disebut cocok untuk algoritma. Tapi mereka semakin membaik. Dalam 10 tahun ke depan, semua pekerjaan desain visual akan mulai ditambah dengan pendekatan visual algoritmik. Arsitek, desainer interior, desainer industri, desainer busana, desainer web, art director akan dihadirkan dengan alat-alat yang akan mampu menciptakan ratusan variasi desain baru, berdasarkan persyaratan dan input tingkat tinggi yang sederhana. Semua alat yang didukung AI akan membutuhkan template tingkat tinggi, atau definisi gaya (style definition). Saya akan dapat menugaskannya dengan instruksi “gaya pengrajin, 2.500 sq, ft., rumah tiga kamar, dioptimalkan untuk sinar matahari interior maksimum di lokasi ini” dan langsung akan mendapatkan selusin desain. Versi awal alat algoritmik yang dihasilkan secara prosedural ini sudah digunakan oleh desainer game. Sementara manusia masih akan sangat bertanggung jawab atas pemilihan kreatif, alat-alat itu akan secara besar-besaran memperkuat kemampuan seorang desainer untuk bereksperimen, mengeksplorasi dan memperbaiki, dengan ketepatan yang sangat tinggi.

Kemampuan [dengan AI] yang diperkuat secara besar-besaran untuk bereksperimen akan menjadi manfaat kreatif yang besar bagi para desainer.

Seperti yang kita lihat 30 tahun yang lalu dengan kedatangan desktop publishing, demokratisasi desain melalui alat yang didukung AI akan membuat desain jauh lebih mudah diakses oleh para semi-profesional dan amatir. Sebagian besar produksi berbasis ‘kerajinan’ dari disiplin kami akan dikodifikasikan ke dalam pola, dengan komputer mengoptimalkan eksekusi berdasarkan konteks. Sayangnya, ini berarti bahwa permintaan untuk para profesional yang fokus secara eksklusif pada kerajinan dan eksekusi akan berkurang. Namun, di sisi positifnya, dan juga yang saya tunggu-tunggu, ini juga berarti kemampuan yang belum pernah terjadi sebelumnya, diperkuat secara besar-besaran untuk bereksperimen. Dan seperti yang dikatakan desainer mana pun, kami mendamba dan berkembang dalam eksperimen.


Disadur dari tulisannya Rob Girling untuk Artefact