Para desainer di Google, Microsoft, Autodesk, Ideo, Artefact, Teague, Lunar, Huge, New Deal, dan fuseproject memprediksikan munculnya 18 pekerjaan desain baru.

Dahulu desainer grafis kemarin maka hari ini adalah desainer UX. Akankah desainer UX masa depan menjadi pemrogram avatar, fusionis, dan desainer organ manusia buatan? Ya, menurut para desainer terkenal yang kami ajak bicara di sini.

Dunia desain telah beranjak matang dari yang tadinya sebagian besar didominasi oleh style ke bidang yang ditujukan untuk memecahkan masalah teknologi dan sosial yang sulit, sebuah evolusi yang akan mempercepat pertumbuhan perusahaan meminta para desainer untuk meningkatkan peluang yang semakin kompleks, dari mobil self-driving ke biologi manusia. “Selama lima tahun ke depan, desain sebagai profesi akan terus berkembang menjadi industri hibrida yang dianggap sama teknisnya dengan kreatif,” kata Dave Miller, seorang perekrut di konsultan desain Artefact. “Gelombang desainer baru yang dididik secara formal dalam human-centered design, diajarkan untuk menjalin penelitian, interaksi, visual, dan kode secara bersama untuk menyelesaikan masalah abad ke-21 yang luar biasa sulit dan akan beralih ke posisi kepemimpinan. Mereka akan mendorong industri ini ke tingkat kecanggihan yang baru.”

Berikut ini adalah 18 pekerjaan desain yang paling penting di masa depan, seperti yang sudah diidentifikasi sehingga tidak diragukan lagi akan banyak perekrutan. Sebagian besar terlihat mulai dari tiga sampai lima tahun kedepan, tetapi beberapa diperkirakan lebih jauh ke masa depan (lihat: human organ designer).

Augmented Reality Designer

(Dinominasikan oleh Gavin Kelly, co-founder dan prinsipal, Artefact)

Melihat teknologi untuk augmented reality berkembang, maka teknologi ini akan memungkinkan informasi baru untuk disusun di dunia fisik dengan cara yang mulus. Ini akan membuka permintaan yang meningkat untuk desainer yang dapat memberikan pengalaman intuitif dan mendalam yang disesuaikan dengan spektrum industri yang luas, dari hiburan hingga pendidikan dan perawatan kesehatan.

Avatar Programmer

(Dinominasikan oleh Glen Murphy, UX director, Android dan Chrome)

Para selebritas di masa mendatang akan membutuhkan bantuan dalam mewakili diri mereka sendiri dalam skenario virtual seperti VR, game seluler, dan film. Pekerjaan ini akan memerlukan pembuatan representasi terbaik selebritas dalam varian poligon, dan akan tergantung pada kemampuan klien untuk menangkap gerak dan output emotif teks-ke-ucapan. Beberapa pengetahuan pemrograman responsif-AI akan sangat membantu. Versi dari pekerjaan ini sebenarnya sudah ada saat ini (lihat aktor digital di L.A Noire), dan akan menjadi semakin penting dan rumit karena kemiripan aktor menjadi lebih dibutuhkan dalam permainan dan VR. Ketika representasi ini menjadi lebih mainstream dan lebih kuat, para aktor akan ingin meningkatkan kontrol terhadap citra mereka, seperti yang mereka miliki dalam setiap bentuk media lainnya.

Chief Design Officer (CDO) atau Chief Creative Officer (CCO)

(Dinominasikan oleh Yves Béhar, founder, fuseproject)

CDO atau CCO akan menjadi pekerjaan yang ada di setiap perusahaan, mengawasi desain setiap titik bisnis dan memperkuat narasi visual yang dapat memaksimalkan efisiensi dan tujuan. Desain semakin penting untuk kesuksesan bisnis modern; desainer tidak lagi dibawa pada akhir proses untuk membuat hal-hal terlihat cantik, melainkan memberikan wawasan penting dari bawah ke atas. Di masa depan, saya melihat peran seorang desainer pada setiap tim eksekutif dimana perannya adalah untuk memastikan bahwa setiap elemen bisnis dirancang dengan baik, dan dirancang secara holistik.

Chief Drone Experience Designer

(Dinominasikan oleh Gavin Kelly, co-founder dan prinsipal, Artefact)

Ketika perusahaan seperti Amazon menggunakan drone tanpa awak dalam bisnis mereka, akan ada peningkatan permintaan untuk desain untuk seluruh pengalaman (experience) layanan. Misalnya, bagaimana interaksi pada konsumen? Bagaimana armada dikelola dan dipelihara? Bagaimana risiko terhadap populasi dapat dikurangi? Bagaimana masalah privasi ditangani? Bagaimana kita membangun kepercayaan pada mesin semi-otonom ini? Setelah semua ini dapat teratasi, maka hal-hal berikutnya menjadi lebih ringan untuk ditangani.

Konduktor (Conductor)

(Dinominasikan oleh Bill Buxton, principal researcher, Microsoft Research)

Melanjutkan dengan analogi musikal, desain biasanya disibukkan dengan menciptakan instrumen baru. Betapapun bagusnya instrumen tersebut, potensi sebenarnya hanya terwujud ketika mereka dimainkan bersama-sama dengan baik jadi satu kesatuan komposisi musik. Adalah kekreativitasan dan keterampilan konduktor yang membuat hal tersebut terjadi.

“Hal besar” berikutnya bukanlah masalah. Ini adalah perubahan dalam hubungan di antara hal-hal tersebut. Tanpa input dari Konduktor, kita berada di jalur yang cepat untuk menabrak penghalang berbentuk kompleksitas, karena kompleksitas kumulatif dari banyak hal yang sederhana, terlepas dari seberapa menyenangkan, sederhananya dan diinginkannya, tentunya akan segera melampaui kemampuan manusia untuk mengatasinya. Konduktor yang memikul tanggung jawab untuk mendesain hubungan-hubungan tersebut dan memastikan bahwa nilai kolektif mereka secara signifikan melebihi jumlah nilai-nilai individu mereka, dan kompleksitas kumulatif mereka secara signifikan lebih kecil daripada jumlah kompleksitas masing-masing.

Cybernetic Director

(Dinominasikan oleh Matías Duarte, VP, Material Design di Google)

Direktur cybernetic akan bertanggung jawab untuk visi kreatif dan pelaksanaan otonomous layanan media yang sangat personal. Mereka akan melatih direktur para cybernetic art director dan bot desain-visual dalam bahasa visual brand yang berbeda. Mereka akan memberikan kepemimpinan konseptual pada proyek-proyek kreatif dari titik awal hingga pelaksanaan, dan akan secara aktif berpartisipasi dalam pertumbuhan dan pengembangan infrastruktur pembelajaran-mesin (machine-learning) untuk dapat mengikuti perkembangan inovasi.

Direktur cybernetic perlu menguasai bahasa visual dan tradisi audiens lokal serta subkulturnya. Pekerjaan ini membutuhkan setidaknya empat tahun pelatihan formal dalam komunikasi visual, seni grafis, studi kebudayaan modern, atau yang setara, dan setidaknya 10 tahun pengalaman yang relevan bekerja di media, komunikasi atau hiburan. Paparan dan keakraban dengan media populer modern adalah bonus, tetapi bukan pengganti. Juga membutuhkan pengalaman dengan pelatihan sistem pembelajaran dan kelancaran yang wajar dalam HALtalk 9000, Lovelace ++, dan hubungan manusia-cyborg. Dalam lima tahun pembelajaran-mesin (machine-learning) akan memungkinkan komputer membuat jenis-jenis pilihan estetika yang dibuat manusia saat ini.

Dalam lima tahun pembelajaran-mesin akan memungkinkan komputer untuk membuat jenis-jenis pilihan estetika yang dibuat manusia saat ini, semakin banyak pada ujung spektrum produksi, semakin cepat hal itu akan terjadi. Ini akan memungkinkan pengalaman yang lebih dipersonalisasi secara besar-besaran. Bayangkan membaca artikel majalah di mana editor foto tidak hanya menyadari Anda sebagai bagian dari demografi yang luas, tetapi tahu kefasihan visual dan konsumsi Anda lebih intim daripada pasangan Anda. Namun siapa yang mengajar komputer untuk membuat pilihan kreatif itu? Bagaimana kita menyeimbangkan kemungkinan personalisasi ketika setiap artikel ingin memiliki rasa editorial sendiri, masing-masing publikasi gayanya sendiri? Melatih dan mengarahkan mesin kreatif akan menjadi salah satu pekerjaan kreatif paling menarik dan penting di masa depan. Dan itu dimulai hari ini.

Director of Concierge Services

(Dinominasikan oleh John Edson, presiden, Lunar)

Pengecer akan memanfaatkan kekuatan big data untuk memberikan tingkat layanan yang lebih tinggi kepada pelanggan mereka yang dianggap lebih berharga daripada masyarakat umum. Smart merchant akan mulai bertindak lebih seperti maskapai penerbangan atau penerbit kartu kredit dan benar-benar fokus pada persentase kecil klien VIP yang menggerakkan persentase keuntungan yang tidak proporsional. Concierges akan memberikan jenis layanan khusus yang biasanya dikaitkan dengan brand bernilai tinggi seperti American Express Centurion (“The Black Card”): tunjangan eksklusif tetapi juga produk dan layanan yang dirancang khusus dengan tingkat perawatan ekstra yang disesuaikan dengan selera masing-masing individu.

Embodied Interactions Designer

(Dinominasikan oleh Matt Schoenholz, head of design, Teague)

Layar (Screen) telah menuntut banyak perhatian dari desainer selama 30 tahun terakhir. Bagaimanapun, mereka telah menjadi sumber dari begitu banyak konten dan begitu banyak interaksi. Mereka masih membutuhkan perhatian serius desainer, tetapi desainer juga akan melihat munculnya perangkat lunak yang jarang terlihat di layar. Atau, mungkin itu sangat nyata di layar, tetapi layar adalah overlay pada kenyataan atau itu adalah kenyataan virtual. Jenis-jenis interaksi baru ini membutuhkan tipe desainer baru yang berfokus pada interaksi.

Apakah perwujudan ini adalah fisik atau virtual, desainer baru ini peduli dengan virtual dan augmented reality, serta komputer yang tertanam dalam benda dan ruang. Oleh karena itu, peran yang dibutuhkan adalah ahli dalam bahasa pola antarmuka (interface pattern) dan titik sentuh (touch-points) yang sebagian besar telah dianggap sebagai alternatif atau hanya tunduk pada GUI berbasis-layar. Desainer ini akan meminjam praktik dari desain industri dan arsitektur, sehingga ia dapat memodelkan interaksi yang berorientasi ruang.

Sementara bahan-bahan baru ini memaksa desainer untuk jadi sangat peduli dengan kualitas formal dan spasial, mereka percaya kompleksitas di balik layar juga sangat penting. Embodied Interactions Designer harus nyaman menyelami data-data sampai sebatas leher untuk mengumpulkan value sekaligus melindungi privasi. Dia harus mahir dalam membujuk para pemangku kepentingan bisnis yang berbeda dari nilai produk dan mampu memperjuangkan sumber daya yang dibutuhkan untuk mendesainnya dengan baik. Dia harus memiliki pandangan ke depan untuk mengungkap bias dalam algoritma dan sistem skala besar yang dapat berdampak negatif pada pengguna.

Fusionist

(Dinominasikan oleh Asta Roseway, principal research designer, Microsoft Research)

Teknologi awal, dalam bentuknya yang paling dasar adalah seperti balok es besar: tidak terlalu mudah diakses, kaku, dan memerlukan spesialis untuk ditangani. Sekarang ketika teknologi mencair, teknologi akan berubah dari padat menjadi cair menjadi gas, menembus hampir setiap aspek kehidupan kita dan menciptakan peluang lintas-disiplin. Difusi semacam itu akan menjadi dasar bagi pekerjaan desain di masa depan. Karena itu, peran desainer adalah bertindak sebagai “fusi” antara seni, teknik, penelitian, dan sains. Kemampuannya untuk berpikir kritis sambil bekerja secara mulus di berbagai disiplin ilmu, memadukan aspek terbaik mereka, adalah apa yang akan membuat mereka menjadi seorang “fusionist”.

Sementara masih memiliki keahlian dalam keterampilan desain klasik, fusionist akan mencampur keterampilan tersebut dengan pendekatan “generalis” untuk teknologi, bekerja lintas disiplin dan kelompok kepentingan. Dalam banyak kasus, fusionist mungkin merasa seperti orang asing. Teknologi yang ia jembatani mengharuskannya untuk memperluas kapasitasnya sendiri. Dia harus menjadi kolaborator ahli dan komunikator, memperluas kosa katanya sehingga dia dapat mengubah visinya menjadi bagian-bagian terpisah yang dapat ditindaklanjuti oleh ahlinya masing-masing. Fusionist akan tetap didorong oleh hasratnya untuk Masa Depan dan kemampuannya untuk menggunakan Desain sebagai kendaraan pemersatu untuk mendorong pengalaman terbaik. Prospek yang terdekat ada pada organ manusia yang dibuat secara artifisial. Siapa yang akan menyesuaikan organ-organ ini dengan pengguna akhir mereka? Para desainer.

Tantangan global yang ada di depan hanya dapat diselesaikan dengan kolaborasi pikiran dan panggilan, serta keragaman pandangan. Tantangan dan pencapaian bagi Fusionist adalah kemampuannya untuk berkomunikasi, memahami, dan menghubungkan semua pihak melalui desain. Ini sudah mulai terjadi di bidang biofabrikasi dan teknologi yang dapat dipakai. Berasal dari biotek, biofabrikasi adalah gerakan lintas disiplin baru antara desain dan sains yang menghasilkan gelombang berikutnya dari bahan yang berkelanjutan dan solusi untuk kelangsungan hidup kita. Bukan sesuatu yang aneh lagi melihat seniman dan ahli biologi duduk bersama mengatasi masalah yang sama. Selain itu, teknologi yang dapat dikenakan (wearable technology) akan menemukan para perancang busana dan seniman yang bermitra dengan insinyur, untuk menciptakan teknologi yang akan masuk ke serat dan kulit kita. Fusionist akan bertindak sebagai jembatan antara bidang yang muncul, dan kemampuan mereka untuk menyatukan semua pihak melalui komunikasi dan desain akan membantu menghadirkan pengalaman terbaik.

Human Organ Designer

(Dinominasikan oleh Gadi Amit, founder, New Deal Design)

Desainer organ manusia akan menjadi ahli dalam bio-engineering dan desain, memastikan organ yang baru dibuat dan anggota tubuh buatan pas untuk manusia. Mereka akan sepenuhnya mampu melaksanakan desain end-to-end dan proses implementasi untuk organ yang siap digunakan atau organ yang perlu dibuat secara custom-fit, mereka memiliki pengetahuan mendalam tentang perangkat lunak dan perangkat keras yang terlibat dalam bio-elektronik dan bekerja dalam tim yang menangani berbagai sub-sistem biologis.

Kami sangat dekat untuk dapat mereproduksi jaringan yang dipasang secara biologis buatan. Beberapa jaringan ini akan berasal dari rekayasa genetika, beberapa akan diproduksi dalam bio-reaktor, dan beberapa akan digabung dengan mikro-elektronik. Prospek organ manusia yang dibuat secara artifisial ini sudah dekat. Siapa yang akan merancang dan menyesuaikan organ-organ ini dengan pengguna akhir mereka? Desainer akan ada di sana, cepat atau lambat.

Intelligent System Designer

(Dinominasikan oleh John Rousseau, direktur eksekutif, Artefact)

Intelligent System Designer ini tidak mendesain objek atau pengalaman tersendiri, seperti halnya sistem perangkat lunak yang memungkinkan solusi desain dari orang lain. Desainer ini bekerja sebagai bagian dari jaringan spesialis yang besar dan beragam untuk menciptakan lingua franca produksi estetika yang terus berkembang. Sistem yang dirancang oleh orang ini akan mengintegrasikan banyak domain, dan domain itu sendiri akan menjadi produk dari desainer, artis, dan para ahli teknologi.

Interventionist

(Dinominasikan oleh Ashlea Powell, location director, IDEO New York)

Intervensionist sudah ada di tengah-tengah kita, hanya saja kita belum memberi nama atas peran tersebut atau mengolahnya. Ketika organisasi dan tantangan yang mereka miliki menjadi lebih berjejaring dan kompleks, akan lebih sulit untuk membantu mereka mencerna ide-ide baru dan membangun masa depan yang lebih baik. Ini adalah pekerjaan dari Intervensionist, dan inilah saatnya desain intervensi terbentuk, apakah itu mendesain pengalaman yang menciptakan empati transformasional atau menjadi tuan rumah percakapan yang mengakhiri polemik. Desainer ini akan berasal dari latar belakang psikologi organisasi atau perubahan perilaku dan menjadi ahli dalam memfasilitasi percakapan kreatif, menyusun pertanyaan tak terduga, dan menavigasi hal-hal yang tidak nyaman.

Machine-Learning Designer

(Dinominasikan oleh Aaron Shapiro, CEO, Huge)

Tugas seorang desainer pembelajaran-mesin (machine learning designer) adalah membangun model data dan algoritma yang memungkinkan perusahaan untuk menciptakan produk-produk yang secara artifisial cerdas (AI). Produk-produk itu akan mengantisipasi kebutuhan pengguna, dan memenuhinya sebelum pengguna harus bertanya. Desainer pembelajaran-mesin tidak hanya harus merancang pengalaman, tetapi juga memastikan bahwa ia menggunakan algoritma yang terbaik. Data, desain, dan kecerdasan buatan akan menjadi perbatasan berikutnya dalam pengalaman digital. Perusahaan akan bersaing dan menang berdasarkan personalisasi dan kecerdasan dalam pemasaran mereka. Perusahaan-perusahaan yang memiliki produk dan pengalaman yang paling cerdas, paling beresonansi secara individual akan melakukan pekerjaan terbaik untuk menarik dan mempertahankan penggunanya. Di dunia ini, AI yang baik akan menjadi penting bagi pengalaman pengguna dan perusahaan dengan pengalaman cerdas akan memiliki keunggulan eksponensial dibandingkan dengan yang tidak.

Program Director

(Dinominasikan oleh Dave Miller, recruiter, Artefact)

Ini adalah versi design agency dari manajer produk, dan evolusi dari seluruh manajemen proyek, engagement, dan departemen layanan klien (client services). Orang ini adalah ahli strategi bisnis. Mereka memahami “siapa,” “apa,” dan “mengapa” di balik suatu proyek / produk. Mereka memiliki pemahaman yang mendalam tentang apa artinya menjadi seorang desainer dan pengembang, dan juga memiliki rekam jejak perubahan yang berpengaruh dan mempengaruhi produk akhir. Mereka setingkat dengan direktur desain dan biasanya berasal dari latar belakang kreatif. Mereka telah mempraktikkan desain, penelitian, atau rekayasa. Mereka berbagi kepemilikan atas kesuksesan proyek. Mereka menangani garis waktu (timeline) dan interaksi klien, sambil menciptakan hubungan jangka panjang yang dibangun berdasarkan pengalaman industri mereka yang mendalam.

Real–time 3-D Designer

(Dinominasikan oleh Dave Miller, recruiter, Artefact)

Virtual dan augmented reality berada di garis depan eksplorasi desain dan teknologi. Desain interaksi dan desain game akan bertabrakan dan terintegrasi. Setiap tim desain yang ditugaskan untuk menciptakan pengalaman penuh di bidang ini akan membutuhkan seorang desainer 3-D.

Desain game sebagai industri adalah disiplin dan keahlian yang sangat terfokus. Dibutuhkan bertahun-tahun pengalaman untuk bisa beroperasi pada level tinggi. Dengan pertimbangan tersebut, desainer 3-D level senior akan menjadi pelopor, meninggalkan desain game dan bergabung dengan tim produk untuk menciptakan alat hiburan dan produktivitas dengan masalah interaksi yang kompleks. Kita akan mulai melihat perubahan dalam kurikulum sekolah, di mana disiplin 3-D dan UX berbagi ruang yang sama dan bekerja bersama untuk menciptakan masa depan yang sama.

Simulation (Sim) Designer

(Dinominasikan oleh Rob Girling, co-founder dan prinsipal, Artefact)

Desainer simulasi (Sim) mengumpulkan data pelanggan, model perilaku, dan model statistik untuk merancang pensimulasian orang yang dapat digunakan untuk membantu memprediksi perilaku pelanggan di masa depan. Dengan cara ini produk di masa depan, kampanye iklan, perangkat lunak, lingkungan, dan layanan secara luas “dialami” oleh pengguna sim buatan yang memberikan ulasan sim, tweet, rekomendasi, dan data pengguna yang diprediksi. Simulasi ini membantu mendorong perbaikan ke dalam desain semua hal sebelum produk pernah direalisasikan. Tapi apakah wawasan sim ini menggantikan berbicara dengan orang sungguhan? Saya meragukan itu.

Synthetic biologist/nanotech designer

(Dinominasikan oleh Carl Bass, CEO, Autodesk)

Dalam lima hingga 10 tahun, kita akan melihat pengobatan kanker pada saat ini benar-benar biadab. Kemoterapi membunuh semua jenis sel dalam tubuh, bukan hanya yang kanker. Kami sudah berada di jalur untuk menciptakan obat yang disesuaikan, dan dalam waktu lima tahun, ahli biologi sintetis akan mendesain perawatan yang terkait dengan DNA pasien. Obat-obatan ini akan dirancang dalam perangkat lunak dan dicetak pada printer biologis 3-D.

Uber Driver

(Dinominasikan oleh Gavin Kelly, co-founder dan prinsipal, Artefact)

Datangnya singularitas (singularity) membuat tidak ada lagi pekerjaan desain.


Ditulis oleh: Suzanne LaBarre untuk Fast Company

Suzanne LaBarre adalah editor Co.Design. Sebelumnya, dia adalah direktur konten online Popular Science dan telah menulis untuk New York Times, New York Observer, Newsday, I.D