Ada perubahan dalam bisnis yang mengubah cara kita memecahkan masalah … dan perubahan itu berkisar pada pemikiran desain (design thinking). Desain memengaruhi lebih dari sekadar penampilan dan dapat membantu mengembangkan solusi inovatif untuk hampir semua masalah. Paola Antonelli, menjelaskannya dengan baik: “Desain bukan style. Ini bukan tentang memberi bentuk pada cangkang dan tidak peduli dengan perasaan. Desain yang baik adalah suatu sikap yang menggabungkan teknologi, ilmu kognitif, kebutuhan manusia, dan kecantikan untuk menghasilkan sesuatu yang dunia tidak tahu bahwa itu hilang.”

Jika itu terdengar seperti sedikit membingungkan, bersabarlah sejenak …

Menurut Tim Brown, design thinking adalah “pendekatan yang berpusat pada manusia terhadap inovasi yang memanfaatkan alat perancangan untuk mengintegrasikan kebutuhan orang, kemungkinan teknologi, dan persyaratan untuk kesuksesan bisnis.” Bisnis menghadapi masalah yang beragam dan kompleks setiap hari, tetapi semua masalah ini memiliki dua kesamaan: kita perlu memahaminya, dan kita harus mengatasinya. Design thinking membantu keduanya.

Coba kita ambil IBM sebagai contoh:

Dalam sebuah proyek, sebuah maskapai penerbangan mendekati IBM untuk meningkatkan kios-kiosnya agar dapat mempercepat proses check-in penumpang di gerbang. Sementara para insinyur memulai dengan memperbaiki perangkat lunak kios, para desainer langsung mendatangi agen yang ada di gerbang untuk menanyakan mengapa kios check-in tidak digunakan secara lebih efektif. Desainer menemukan bahwa agen di gerbang yang didominasi oleh wanita harus berjuang untuk menjaga kios tetap beroperasi dengan baik karena seragam yang mereka kenakan membuat mereka sulit untuk mencapai colokan listrik di belakang mesin. Dengan menemukan akar masalahnya, IBM membuatkan aplikasi yang secara signifikan memudahkan proses boarding dan mengurangi biaya penerbangan. -Anne Quito dari Quartz-

Berpikir seperti seorang desainer akan dapat membantu Anda menyadari masalah dengan cara yang tidak biasa bagi disiplin ilmu lain, dan ini bisa sangat membantu ketika pengguna terlibat. Desain dapat membantu Anda memahami masalah dalam konteks baru, dan juga mencari tahu bagaimana solusi yang dapat bekerja secara real-time.

Inilah alasan mengapa para pemimpin industri berani bertaruh pada desain:

1. Desain meredefinisikan masalah

IBM dapat memberikan solusi inovatif karena para desainer yang terlibat mempertanyakan apa masalah sebenarnya. Terkadang masalah yang sebenarnya tidak segera terlihat … atau lebih buruk, masalah yang coba diselesaikan adalah gejala dari masalah yang lebih besar. Pemikir desain selalu mempersoalkan brief, karena terkadang masalah sebenarnya tidak terlihat begitu saja.

2. Desain itu bersifat kolaboratif

Design thinking memerlukan kolaborasi, menciptakan lingkungan positif yang bagus untuk pertumbuhan dan iklim bereksperimen. Herbert Simon, Profesor Psikologi di Carnegie-Mellon University bahkan mengatakan, “Tidak ada penilaian dalam pemikiran desain. Ini menghilangkan ketakutan akan kegagalan dan mendorong input dan partisipasi maksimum. Ide-ide liar diterima karena ini sering mengarah pada solusi paling kreatif.”

3. Desain memecahkan masalah lama dengan cara yang berbeda

Penting untuk membuat dan mempertimbangkan banyak opsi bagi masalah yang serupa, bahkan ketika solusinya kelihatannya sudah jelas. Memiliki banyak perspektif dapat mengarah pada pendekatan inovatif. Lagi pula, apakah masalah lama yang sama akan terus terjadi jika solusi yang didapat cukup efektif?

4. Desain menempatkan pengguna di urutan pertama

Design thinking membantu mengalihkan fokus dari pendekatan ‘fitur-dahulu’ ke mentalitas ‘pengguna-dahulu’. Dengan mengamati dan berbicara langsung kepada pengguna, Anda dapat memecahkan masalah yang benar-benar dihadapi orang. Itulah perbedaan antara menambahkan nilai versus menambahkan fitur secara membabi buta berdasarkan asumsi. Pemecahan masalah yang baik menyentuh perasaan dan pengalaman pelanggan untuk memberikan perubahan yang disengaja dan terinformasi.

5. Desain mengarahkan pada solusi yang lebih sederhana

Perspektif desain tidak hanya untuk mengatasi tantangan, mereka memikirkan kembali semuanya. Kecenderungan adalah untuk membentuk kembali masalah yang mengarah pada inovasi yang tampak sederhana. Dengan terus-menerus mengingat pengguna, design thinking memastikan bahwa solusi yang diberikan akan bersifat intuitif, dan bahkan memanusiakan.

Bisnis Akan Lebih Baik Dengan Desain

Desain adalah suatu proses, dan ketika Anda memikirkannya dengan cara seperti itu, maka akan kurang memikirkan tentang penampilan dan lebih banyak tentang menemukan peluang baru untuk memenuhi dan melampaui harapan pengguna. Keduanya merupakan pola pikir yang berfokus pada solusi dan mengelola filosofi bisnis yang hebat.